Pages

SM-3T: Kerinduan

"Seorang peserta SM-3T Unesa langsung menghambur ke pelukan saya, saat kunjungan monitoring ke lokasi di wilayah Sumba Timur.

SM-3T: Kebersamaan

"Saya (Luthfiyah) bersama Rektor Unesa (Muchlas Samani) foto bareng peserta SM-3T di Sumba Timur, salah satu daerah terluar dan tertinggal.

Keluarga: Prosesi Pemakaman di Tana Toraja

"Tempat diadakannya pesta itu di sebuah kompleks keluarga suku Toraja, yang berada di sebuah tanah lapang. Di seputar tanah lapang itu didirikan rumah-rumah panggung khas Toraja semi permanen, tempat di mana keluarga besar dan para tamu berkunjung..

SM-3T: Panorama Alam

"Sekelompok kuda Sumbawa menikmati kehangatan dan kesegaran pantai. Sungguh panorama alam yang sangat elok. (by: rukin firda)"

Bersama Keluarga

"Foto bersama Mas Ayik dan Arga saat berwisata ke Tana Toraja."

Rabu, 15 Februari 2023

Melihat Hotel Kapal di Hari BUM Desa

Kementerian Desa PDTT memiliki beberapa hari istimewa, antara lain Hari Lahir UU Desa pada 5 Januari, Hari BUM Desa pada 2 Februari, Hari Desa Asri Nusantara pada 21 Februari, Hari RPL Desa pada 3 Maret, Hari Desa Ramah Perempuan Peduli Anak pada 29 April, Gelar Desa Wisata pada 14 Mei, dan Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara pada 7 Juni. Hari istimewa yang lain adalah Hari SDGs Desa pada 14 Juli, Hari Desa Membangun pada 1 Agustus, Hari Keswadayaan Masyarakat pada 27 Agustus, Hari Bakti Pendamping Desa pada 7 Oktober, Hari Perempuan Desa Sedunia pada 15 Oktober, Hari Percepatan Pembangunan Daerah pada 17 November, Hari Bakti Transmigrasi pada 12 Desember. Ada juga waktu-waktu istimewa yang diperingati di sepanjang bulan, yaitu Bulan Padat Karya Tunai Desa pada sepanjang bulan Agustus, dan Gerakan Solidaritas Warga Desa pada sepanjang September.

 

Setiap hari istimewa itu tentu saja memiliki sejarahnya masing-masing. Hari Lahir UU Desa, misalnya, UU Desa termutakhir adalah UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. Sejarah cikal bakal Undang-undang Desa lahir pada 18 Desember 2013 di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan Undang-Undang Desa pada 15 Januari 2014. Maka jadilah tanggal 15 Januari 2014.

 

Hari BUM Desa terkait dengan penetapan PP Nomor 11 tentang Bumdes yaitu pada tanggal 2 Februari 2021, maka tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari BUM Desa.

 

Pada 1-3 Februari yang lalu, kami berada di Bintan dalam rangka memperingati Hari Lahir BUM Desa. Bintan, yang sebelumnya dikenal sebagai Kepulauan Riau, adalah salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Riau. Ibu kotanya adalah Bandar Seri Bentan. Perubahan nama ini dimaksudkan agar tidak timbul kerancuan antara provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten Kepulauan Riau dalam hal administrasi dan korespondensi sehingga nama kabupaten Kepulauan Riau (Kepri) diganti menjadi kabupaten Bintan.

 

Hari BUM Desa di Bintan diisi dengan berbagai kegiatan, meliputi sarasehan, bazar dan pasar murah, jalan sehat, serta pesta rakyat. Menteri Desa PDTT, Wakil Menteri Desa PDTT, semua pejabat eseleon 1, dan beberapa pejabat eselon 2, serta staf, memenuhi hotel-hotel di Bintan. Begitu juga para peserta bazar, yaitu pengurus BUM desa beserta Kepala Dinas PMD Provinsi se-Indonesia. Masyarakat Bintan juga berbondong-bondong ikut meramaikan hampir semua acara, khususnya pada kegiatan jalan sehat, bazar, dan pesta rakyat. Penampilan Tri Suaka dan Nabila di panggung pesta rakyat semakin menambah kemeriahan.

 

Di antara agenda yang padat, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat Bintan, khususnya pada destinasi wisatanya. Sejak januari 2022, Bintan menjadi salah satu wilayah yang termasuk dalam skema gelembung perjalanan (travel bubble) antara Indonesia dengan Singapura. Bintan memiliki pantai-pantai yang indah dan menakjubkan. Juga pula-pulau yang berpenghuni maupun tak berpenghuni yang memiliki kecantikan alam yang luar biasa. Bintan juga memiliki banyak kuliner khas, antara lain otak-otak sotong, gonggong, dan sebagainya. Berbagai kekayaan tradisi dan budaya di Bintan juga sangat menarik dan membanggakan.

 

Salah satu destinasi wisata, yaitu Pulau Penyengat, tidak hanya memiliki keindahan alam, namun juga kaya jejak sejarah peradaban. Salah satu tempat yang tidak boleh ketinggalan untuk didatangi adalah kompleks makam petinggi Kerajaan Riau Lingga. Para petinggi itu adalah Raja Hamidah, Raja Ali Haji, Raja Ahmad, Raja Ja'far, juga Raja Haji Fisabilillah. Yang terakhir ini diabadikan menjadi nama bandar udara Bintan. Raja Haji Fisabilillah adalah panglima perang saat melawan Belanda, sedangkan Raja Hamidah adalah permaisuri yang mempunyai otoritas melantik sultan. Selanjutnya, Raja Ali Haji, sebagian besar kita pasti tahu, adalah pengarang Gurindam 12, cikal bakal bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.  Raja Ali Haji adalah seorang pujangga dan sastrawan, dan sering disebut sebagai Bapak Bahasa Melayu.

 

Namun sayang sekali, karena keterbatasan waktu, saya belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi Pulau Penyengat. Cukup mendengar cerita dari beberapa teman yang beruntung bisa mengunjunginya bersama rombongan Menteri. Saya bersama beberapa teman harus membersamai Bu Dirjen PEID untuk meramaikan acara jalan sehat.

 

Namun saya merasa cukup beruntung berkesempatan mengunjungi beberapa pantai, dan salah satunya yang sangat menakjubkan adalah Lagoi Beach. Pantai Lagoi yang indah ini dilengkapi dengan sebuah hotel berupa kapal. Kapal bersejarah itu Bernama MV Doulos Phos, yang berusia lebih dari seratus tahun, yang didatangkan pada tahun 2019. Sesuai dengan nama kapalnya, maka hotel kapal ini dinamakan Doulos Phos Hotel & Resort.

 

Doulos Phos Hotel & Resort menawarkan liburan menarik dengan pengalaman sangat unik di atas kapal, menggabungkan konsep hotel & resort dengan fasilitas di atas kapal dan di darat. Di darat ada kolam renang, spa, massage, restauran dan sebagainya. Hotel kapal ini memiliki 104 kabin, sebutan untuk kamar, dan memperkerjakan lebih dari 100 pekerja. Pengalaman lain yang diperoleh bila menginap di kapal hotel ini ialah kita bisa melihat langsung mesin kapal yang masih utuh.

 

Tiga hari di Bintan dengan agenda Hari BUM Desa yang padat tidak terlalu memberi keleluasaan kami untuk melakukan eksplorasi. Namun kesempatan yang sempit itu sungguh berkesan. Bintan layak dimasukkan dalam daftar destinasi wajib kunjung kembali.